Type Here to Get Search Results !

Abu Vulkanik Dari Erupsi Anak Gunung Krakatau Dirasakan Warga Kota Metro


Lampung-Kota Metro(dewantaranews.net)||– Hujan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau kini nyata dirasakan warga Kota Metro, Lampung. Abu halus berwarna kelabu turun perlahan sejak pagi hari ini, menyelimuti jalanan, atap rumah, hingga halaman pemukiman warga, mengganggu aktivitas harian seketika.

 

Salah satu warga yang merasakan dampak langsung adalah Ibu Margiati, warga yang tinggal di kawasan Perumahan 21 B, Kota Metro. Ia mengaku sejak pukul 07.30 WIB pagi, udara di sekitar kediamannya terasa berdebu dan membuat hidung serta tenggorokan terasa perih.

 

Ibu Margiati menceritakan bahwa abu vulkanik mulai turun perlahan namun terus menebal.

 

"Saya sedang beres-beres halaman pagi tadi, tiba-tiba udara jadi kelabu dan berbau belerang tipis. Abu halus ini turun terus, sekarang sudah menempel di meja teras, di jemuran, bahkan masuk ke dalam rumah walau pintu sudah ditutup," ungkap Ibu Margiati saat ditemui di rumahnya, Minggu pagi.

 

Ia menambahkan, kondisi ini membuatnya terpaksa membatalkan mencuci pakaian hari ini. "Sudah dicuci lalu dijemur, nanti kotor lagi kena abu. Saya juga sudah menyuruh anak-anak tidak bermain di luar dulu, takut sesak napas," ujarnya cemas saat Awak media konfirmasi,Minggu ( 06/09)

 

Halaman rumah dan tanaman di sekitar kediamannya kini tampak tertutup lapisan abu tipis. Saat dipegang, terasa halus dan mudah beterbangan kembali jika tersentuh angin.


 KONDISI UMUM DI KOTA METRO

 

- Jalanan licin & pandangan terbatas: Abu bercampur embun membuat aspal licin. Pengendara terpaksa melaju pelan, sering berhenti untuk membersihkan kaca spion dan lampu kendaraan.


- Keluhan kesehatan muncul: Warga mulai merasakan gatal di mata perih, hidung tersumbat, dan batuk ringan, terutama bagi penderita asma dan lansia.


 Warga di minta untuk tetap waspada dan mengikuti langkah pencegahan berikut:

 

Wajib pakai masker saat beraktivitas di luar rumah,Tutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi agar abu tidak masuk ke dalam rumah,Jangan menyapu abu dalam keadaan kering — basahi dulu agar debu tidak beterbangan, Batasi aktivitas luar ruangan, terutama anak-anak dan lansia,Simpan air bersih di wadah tertutup agar tidak tercampur abu ,Hindari berkendara jika tidak mendesak, jalanan licin dan jarak pandang berkurang

 

Saat berita ini diturunkan belum mendapatkan informasi resmi dari BMKG setempat .

 

 Perkembangan terkini terus dipantau. Warga diminta tetap waspada dan saling membantu membagikan informasi yang benar kepada tetangga sekitar.(Red)

Tags

www.dewantaranews.net

Below Post Ad

Hollywood Movies